Tips Memilih Payment Gateway

Jumlah transaksi online terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.  Survei APJII menunjukkan lebih dari 60% responden mempercayai keamanan bertransaksi secara online. Selain itu, data Similar Web menunjukkan bahwa Tokopedia dikunjungi rata-rata 100 juta pengunjung, BukaLapak 79 juta pengunjung, dan Lazada berhasil meraih rata-rata 50 juta pengunjung selama bulan Agustus 2019. Dengan jumlah trafik yang sangat tinggi tersebut, tidak mengherankan para pengusaha berlomba-lomba meng-online-kan bisnis mereka.

Salah satu hal yang wajib dipenuhi ketika berbisnis secara online adalah cara pembayaran yang mudah, cepat, dan aman bagi pembeli. Untuk itulah dibutuhkan payment gateway yang terintegrasi dengan website / online shop .

Payment Gateway

Yang dimaksud dengan payment gateway adalah gerbang atau perantara transaksi yang disediakan oleh sebuah layanan aplikasi e-commerce yang dapat memberikan otorisasi pemrosesan kartu kredit dan pembayaran langsung bagi pembelinya

Karakter pembeli online dikenal sangat tidak sabaran dan cenderung menginginkan kemudahan, termasuk ketika mereka ingin membayar. Payment gateway hadir untuk memberikan kemudahan tersebut. Dengan payment gateway ,pelanggan anda dapat membayar dengan kartu kredit, kartu debit, dan cara-cara pembayaran lain yang tersedia dengan cepat, mudah dan aman. Payment gateway sendiri bukanlah hal yang baru di Indonesia. Jauh sebelum booming e-commerce, kita sudah mengenal PayPal sebagai payment gateway. Sampai saat ini, PayPal masih menjadi salah satu payment gateway terbesar di dunia dan sudah menerima berbagai mata uang dari berbagai negara di seluruh dunia. (Sayangnya, Rupiah masih belum dijadikan salah satu mata uang resmi yang dapat digunakan di PayPal).

Di Indonesia terdapat beberapa perusahaan yang menyediakan payment gateway yang dapat diintegrasikan dengan website / online shop. Beberapa yang cukup dikenal antara lain Midtrans, Xendit, dan iPay 88.

Tips Memilih dan Menggunakan Payment Gateway

Kebutuhan

Seberapa tinggi kebutuhan anda untuk menyediakan payment gateway untuk pelanggan anda. Perlu diketahui, payment gateway memang tidak dikenakan biaya ketika anda mengintegrasikan dengan website anda. Namun, payment gateway memungut fee untuk setiap transaksi anda yang berhasil. Kisaran jumlahnya cukup beragam.

Kompabilitas

Pastikan bahwa payment gateway tersebut memang dapat diintegrasikan dengan website anda. Misalnya anda menggunakan website berbasis WordPress, maka pastikan plugin yang anda gunakan kompatibel dan dapat berjalan dengan baik.

Regulasi

Perhatikan dengan baik regulasi pada negara anda dan negara-negara lain (apabila anda kebetulan membuka transaksi dengan negara lain menggunakan payment gateway). Ada beberapa negara yang tidak mengizinkan anda untuk menerima pembayaran dalam bentuk mata uang negara tersebut. Salah satunya adalah Malaysia yang melarang orang asing untuk menyentuh / menerima Ringgit.

Waktu

Setelah terintegrasi, terkadang ada jenis transaksi yang memerlukan proses persetujuan yang memakan waktu yang tidak sebentar. Perhitungkan dengan baik durasi proses persetujuan tersebut agar tidak merugikan bisnis anda. Sediakan alternatif yang dapat digunakan oleh pelanggan anda selama proses tersebut berlangsung

Testing

Setelah integrasi dan proses persetujuan selesai, anda harus melakukan tes untuk setiap jenis pembayaran yang sudah tersedia. Jangan terburu-buru meluncurkan website / online shop anda sebelum melakukan tes secara detail.

Fee

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, setiap payment gateway akan mengambil fee dari setiap transaksi yang terjadi. Jumlah fee nya sendiri bervariasi. Ada yang berupa persentase ditambah biaya administrasi, ada juga yang berupa tarif tetap. Anda harus memperhitungkan dengan baik apakah jumlah fee tersebut dapat merugikan bisnis anda.

 

Contact us to help you with your digital marketing and IT needs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *