Berapakah Jumlah Yang Pantas Untuk Bagi Hasil Investor Proyek

 In News & Articles

Kebutuhan modal untuk pembiayaan sebuah proyek merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh pengusaha,baik UKM sampai pengusaha besar.Kebutuhan modalnya sendiri bermacam-macam, mulai dari kebutuhan pembelian barang, gaji/honor tenaga ahli independen,sampai pemenuhan persyaratan seperti Bank Garansi.

Untuk pengusaha besar mungkin sudah tidak memiliki kesulitan lagi untuk meminjam ke Bank,atau mendapatkan investor hanya bermodalkan kontrak, SPK, atau bahkan jaminan nama baik dari pemilik/petinggi perusahaan.

Namun bagaimana dengan UKM?

Seringkali ketika sebuah UKM mulai berkembang,mereka mendapatkan proyek-proyek bernilai relatif besar dimana pelunasan seluruh tagihan proyek dibayarkan setelah proyek selesai.Dengan kata lain tanpa uang muka sama sekali.

Situasi seperti yang disebutkan diatas membuat UKM membutuhkan dana tambahan dari luar perusahaan. Selain meminjam di Bank, mencari investor yang bersedia membiayai proyek dapat menjadi pilihan alternatif dan menguntungkan.Prinsip pembiayaan investor pada umumnya relatif lebih aman karena TIDAK SAMA dengan meminjam. Investor adalah orang/badan yang membiayai suatu proyek dengan imbal bagi hasil dan tentunya ada resiko yang yang harus ditanggung oleh investor seperti kerugian, kehilangan modal,sampai dengan proyek gagal.

Ketika mencoba menawarkan proposal proyek yang ingin didanai tentunya pengusaha harus mempresentasikan proyeksi keuntungan dan potensi kerugian yang mungkin didapatkan oleh sang investor.

Lalu berapakah tawaran yang layak dan menarik untuk investor? Dan penawaran seperti apakah yang menarik?

Adil & Transparan

Selalu utamakan prinsip keadilan ketika membuat penawaran.Pastikan kedua belah pihak sama-sama untung dan tidak ada yang dirugikan.Dan tentunya berikanlah presentasi dan proyeksi keuangan yang jujur

Pada dasarnya kedua belah pihak ingin mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Namun sebagai pengusaha yang memberikan penawaran,kita berikan jalan tengahnya.Dan sebisa mungkin tetap maksimalkan modal yang dimiliki agar daya tawar tetap tinggi

Misalnya total modal yang dibutuhkan adalah Rp.100.000.000,-  |Sebisa mungkin ada bagian modal yang ditanggung sendiri, misalnya Rp.30.000.000,- ditanggung sendiri.Sisa Rp.70.000.000,- ditanggung investor.Jadi secara proporsional perusahaan masih memiliki porsi 30% dalam proyek.

Dengan skema seperti ini akan jauh lebih mudah ketika melakukan pembagian keuntungan. Pembagian dapat didasarkan pada porsi persentase tersebut.

Lalu bagaimana dengan pembagian kerja?

Seringkali tidak tercapai kesepakatan akibat investor atau pihak perusahaan merasa porsi pembagian kerja yang tidak adil.Misalnya pihak perusahaan merasa pekerjaannya juga perlu dimasukkan dalam perhitungan modal.

Untuk hal seperti ini, perusahaan dapat memasukkan biaya operasional dalam pengajuan proposal investasi proyek.Sehingga operasional sudah tercover secara keseluruhan

Ketika Modal Sepenuhnya Ditanggung Investor

Ada kalanya perusahaan harus sepenuhnya memakai dana investor. Ketika hal ini terjadi pembagian bagi hasil yang diajukan sebaiknya ada di kisaran 50-50 atau 60-40 untuk investor. Meskipun hanya mendapat bagi hasil yang lebih kecil,namun perusahaan tidak perlu mengeluarkan modal,dan dapat lebih berkonsentrasi pada pekerjaan

 

 

Recommended Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text.